Perempuan itu ketika bekerja dan sudah berkeluarga, terlebih ketika mempunyai anak, akan selalu ditanya, "Bagaimana bagi waktunya antara keluarga dan pekerjaan?" Laki-laki apakah dihadapkan pada pertanyaan yang sama? Oh, tentu tidak. Padahal laki-laki juga banyak yang berkeluarga dan mempunyai anak. Mengapa mereka tidak ditanyakan pertanyaan yang sama? Tanggung jawab mengurus anak dan keluarga terkesan menjadi tanggung jawab tunggal seorang perempuan. Sedangkan laki-laki cukup sampai urusan nafkah keluarga saja, sisanya menjadi urusan perempuan. Benarkah demikian? Mengapa yang terjadi masyarakat kita adalah pandangan yang seperti ini dan diamini oleh seluruh pihak. Perempuan bicara rasa lelah mengurus anak dan rumah itu, terlebih sambil bekerja dianggap biasa. Sudah seharusnya demikian. Ulala, capeknya. Jeritan hati para perempuan tidak didengar, hanya karena dianggap ya memang sudah seharusnya, perempuan urus anak dan rumah. Capek gak sih jadi "kuat". ...
Mimpi demi mimpi berguguran
Mimpi menjadi seorang dokter gugur
Mimpi berkarir blazer pun gugur
Namun, masih ada mimpi yang ingin kuraih
Tak pernahku sekalipun...
Kubermimpi menjadi ibu rumah tangga
Namun saat ini, itulah aku...
Karena aku kembali berbadan dua
Kuharap mimpiku ini tidak kembali gugur
Mimpi meraih dan mengenyam pendidikan di negeri orang
Walau saat ini aku hanya di rumah
Menjadi seorang ibu rumah tangga
#ODOP #onedayonepost #51post #fiksi
Mantap dah
BalasHapusTerima kasih
BalasHapus