Perempuan itu ketika bekerja dan sudah berkeluarga, terlebih ketika mempunyai anak, akan selalu ditanya, "Bagaimana bagi waktunya antara keluarga dan pekerjaan?" Laki-laki apakah dihadapkan pada pertanyaan yang sama? Oh, tentu tidak. Padahal laki-laki juga banyak yang berkeluarga dan mempunyai anak. Mengapa mereka tidak ditanyakan pertanyaan yang sama? Tanggung jawab mengurus anak dan keluarga terkesan menjadi tanggung jawab tunggal seorang perempuan. Sedangkan laki-laki cukup sampai urusan nafkah keluarga saja, sisanya menjadi urusan perempuan. Benarkah demikian? Mengapa yang terjadi masyarakat kita adalah pandangan yang seperti ini dan diamini oleh seluruh pihak. Perempuan bicara rasa lelah mengurus anak dan rumah itu, terlebih sambil bekerja dianggap biasa. Sudah seharusnya demikian. Ulala, capeknya. Jeritan hati para perempuan tidak didengar, hanya karena dianggap ya memang sudah seharusnya, perempuan urus anak dan rumah. Capek gak sih jadi "kuat". ...
Pagi ini, setelah mengantar kakak sekolah, ada acara lagi loh dari Ibu Profesional Semarang. Setelah minggu lalu, belajar merajut. Kali ini akan ada sharing tentang Internet Positif, Internet Sehat dari #Biznet Semarang. Lumayan nih ilmunya buat kita ibu-ibu melek sedikit tentang bagaimana Internet Positif dan Sehat itu. Di agenda kedua ada sharing ilmu tentang flash blogging. Pas banget buat aku yang masih meraba-raba tentang dunia blog ini. Sayangnya aku duluan pulangnya sehingga gak kebagian yang agenda keduanya. Sekilas kuringkaskan materi tentang Internet Positif, Internet Sehat, antara lain yang patut diingat adalah sebagai berikut: Internet saat ini Internet ternyata sudah sedekat itu ya dengan dunia pendidikan kita. Dimanfaatkan mulai dari meminta murid untuk mencari jawaban di internet sehingga murid tidak satu arah saja mendapatkan jawaban dari guru. Namun juga diajak aktif mencari. Workshop/seminar dan materi literasi digital untuk murid juga sudah banyak disel...