Itulah pertanyaanku ke narasumber ketika mengikuti Workshop Forgiveness Therapy yang diadakan oleh Dandiah Care, dengan foundernya adalah pasangan suami istri dari Ibu Diah Mahmudah, S.Psi., Psikolog dan Pak Dandi Birdy, S.Psi. Workshop Forgiveness Therapy ini dibawakan oleh 5 orang narasumber, yang tidak hanya menjelaskan konsep dan teori tentang ilmu memaafkan ini namun juga membersamai dengan praktek secara langsung, langkah-langkah kecil yang dilakukan untuk bisa sampai pada keputusan memaafkan. Apakah benar waktu akan menyembuhkan luka? Berapa lama waktu yang dibutuhkan idealnya untuk menyembuhkan suatu luka? Selama ini kalimat " Time will heal." itu seakan jawaban. Namun ternyata kalimat itu belum lengkap, "Time will heal or kill." Memaafkanlah yang akan menyembuhkan luka. Tidak ada hubungannya dengan waktu. Dibutuhkan keputusan sadar untuk memaafkan. " Forgiveness is a choice", dalam bukunya Robert D. Enright mengatakan ada 4 tahapan...
"Tidak ada kekuatan yang dapat menghancurkan persatuan, selama kita berdiri bersama." - Bhinneka Tunggal Ika "Dalam catatan sejarah, kita dapat mengambil pelajaran berharga dari masa-masa kelam pemerintahan kolonial Belanda. Sering kali dikatakan bahwa Belanda menggunakan strategi 'divide et impera,' atau 'membagi dan menaklukkan.' Taktik ini melibatkan pemecahan kesatuan yang ada secara sengaja, sebuah taktik yang terbukti sangat efektif dalam menaklukkan kerajaan, baik yang kecil maupun besar, di bawah kekuasaan Belanda. Belanda akhirnya berhasil mempertahankan kendali atas Indonesia selama 350 tahun, sejak kedatangan pertama mereka di Batavia pada abad ke-17. Strategi memecah belah ini, meskipun diterapkan secara perlahan, kini sekali lagi mengintai di tengah-tengah bangsa kita. Perbedaan politik, dan bahkan perbedaan apapun, dipersempit hingga menyebabkan perpecahan menjadi faksi-faksi yang berbeda, masing-masing merasa benci satu sama lain. Lebih lag...