Perempuan itu ketika bekerja dan sudah berkeluarga, terlebih ketika mempunyai anak, akan selalu ditanya, "Bagaimana bagi waktunya antara keluarga dan pekerjaan?" Laki-laki apakah dihadapkan pada pertanyaan yang sama? Oh, tentu tidak. Padahal laki-laki juga banyak yang berkeluarga dan mempunyai anak. Mengapa mereka tidak ditanyakan pertanyaan yang sama? Tanggung jawab mengurus anak dan keluarga terkesan menjadi tanggung jawab tunggal seorang perempuan. Sedangkan laki-laki cukup sampai urusan nafkah keluarga saja, sisanya menjadi urusan perempuan. Benarkah demikian? Mengapa yang terjadi masyarakat kita adalah pandangan yang seperti ini dan diamini oleh seluruh pihak. Perempuan bicara rasa lelah mengurus anak dan rumah itu, terlebih sambil bekerja dianggap biasa. Sudah seharusnya demikian. Ulala, capeknya. Jeritan hati para perempuan tidak didengar, hanya karena dianggap ya memang sudah seharusnya, perempuan urus anak dan rumah. Capek gak sih jadi "kuat". ...
Kesan Pertama Novel Kekasih Semusim Ketika kulihat cover novel "Kekasih Semusim", ada seorang pria, seorang wanita dewasa dan seorang perempuan yang akan beranjak dewasa yang saling membelakangi. Hmm, langsung kuberpikir ini pasti bercerita tentang kisah cinta segitiga. Lalu kata "Semusim", aku menebak bahwa kisah cintanya ini pastinya masih berumur jagung atau yang 1 musim saja yang berarti 6 bulan. Kubalik covernya dan kubaca blurbnya. Kubaca ada Kanaya yang sepertinya adalah seorang perempuan yang akan beranjak dewasa tergambar di cover tersebut. Ada juga Nina yang ternyata ibu Kanaya. Potretnya di cover tergambar sebagai seorang wanita dewasa dan Reno yang pastinya si pria menarik dan matang pada cover buku "Kekasih Semusim" ini. Judul: Kekasih Semusim Penulis: Dini Fitria Penyunting: Jia Effendi Jumlah Halaman: 412 Penertbit: PT Falcon Cetakan Pertama, April 2021 ISBN: 978-602-6714-63-3 Masih di blurbnya kubaca, bahwa kisah berlatar indahnya kota P...