Itulah pertanyaanku ke narasumber ketika mengikuti Workshop Forgiveness Therapy yang diadakan oleh Dandiah Care, dengan foundernya adalah pasangan suami istri dari Ibu Diah Mahmudah, S.Psi., Psikolog dan Pak Dandi Birdy, S.Psi. Workshop Forgiveness Therapy ini dibawakan oleh 5 orang narasumber, yang tidak hanya menjelaskan konsep dan teori tentang ilmu memaafkan ini namun juga membersamai dengan praktek secara langsung, langkah-langkah kecil yang dilakukan untuk bisa sampai pada keputusan memaafkan. Apakah benar waktu akan menyembuhkan luka? Berapa lama waktu yang dibutuhkan idealnya untuk menyembuhkan suatu luka? Selama ini kalimat " Time will heal." itu seakan jawaban. Namun ternyata kalimat itu belum lengkap, "Time will heal or kill." Memaafkanlah yang akan menyembuhkan luka. Tidak ada hubungannya dengan waktu. Dibutuhkan keputusan sadar untuk memaafkan. " Forgiveness is a choice", dalam bukunya Robert D. Enright mengatakan ada 4 tahapan...
Ketika pulang ke rumah mama. Banyak yang masih nampak sama. Namun ada beberapa yang kulihat menua. Tukang sate yang sering kubeli saat kukecil dulu yang masih setia berjualan berkeliling sesaat menjelang magrib. Masih kuingat dengan jelas bapak itu berbadan tegap dengan rambut hitamnya yang lebat memdorong gerobak satenya sambil membunyikan tek..tek..tek... Namun kini rambutnya sudah berubah menjadi abu-abu dan raut wajah lelah nampak jelas. Begitu pula dengan tukang bubur langgananku yang setiap pagi dengan sahutannya...buuur....buuur...buuur... Yang dulu ketika kukecil menggunakan sepeda sekarang sudah berubah menggunakan motor. Bapak ini juga rambutnya hitam lebat namun kini dipotong cepak dengan warnanya yang sudah banyak putihnya. Sangat kontras wajahnya dibandingkan dulu. Ada juga tukang susu n***onal yang dulu berjualan menggunakan sepeda yang dikayuh namun ada penutup kain diatasnya yang menutupi dirinya maupun kotak-kotak yang didalamnya berisi susu. Kini terlihat semakin tu...