Perempuan itu ketika bekerja dan sudah berkeluarga, terlebih ketika mempunyai anak, akan selalu ditanya, "Bagaimana bagi waktunya antara keluarga dan pekerjaan?" Laki-laki apakah dihadapkan pada pertanyaan yang sama? Oh, tentu tidak. Padahal laki-laki juga banyak yang berkeluarga dan mempunyai anak. Mengapa mereka tidak ditanyakan pertanyaan yang sama? Tanggung jawab mengurus anak dan keluarga terkesan menjadi tanggung jawab tunggal seorang perempuan. Sedangkan laki-laki cukup sampai urusan nafkah keluarga saja, sisanya menjadi urusan perempuan. Benarkah demikian? Mengapa yang terjadi masyarakat kita adalah pandangan yang seperti ini dan diamini oleh seluruh pihak. Perempuan bicara rasa lelah mengurus anak dan rumah itu, terlebih sambil bekerja dianggap biasa. Sudah seharusnya demikian. Ulala, capeknya. Jeritan hati para perempuan tidak didengar, hanya karena dianggap ya memang sudah seharusnya, perempuan urus anak dan rumah. Capek gak sih jadi "kuat". ...
Apa sih konsep 7:38:55? Hanya 7 persen saja yang mempengaruhi keberhasilan komunikasi jika hanya mengandalkan suara. 38 persennya adalah intonasi suara dan ternyata 55 persen yang paling besar adalah bahasa tubuh kita. Hmmm coba praktekin dulu deh. Biasanya aku tuh kalau meminta kakak melakukan sesuatu itu lupa deh sama konsep 7:38:55 ini. Sebelumnya: "Kakak ayo makan, ini udah mama siapin." (sambil meletakkan piring di meja, tapi kakaknya masih di ruang bermain). Setelah mengerti konsep 7:38:55: Mendatangi kakak di ruang bermain, sambil mengandeng tangan kakak menuju ruang makan. Lalu menuangkan makanan di piringnya sambil menatap mata kakak dan menyerahkannya ke tangan kakak. Sambil berkata dengan nada suara yang ramah, "Ayo makan kakak." Yang pertama? Gagal total, 30 menit kemudian kakak masih belum makan bahkan belum beranjak dari ruang bermain. Yang kedua? Berhasiiil, yeay. #hari3 #gamelevel1 #tantangan10hari #komunikasiproduktif #kuliahbunda...