Perempuan itu ketika bekerja dan sudah berkeluarga, terlebih ketika mempunyai anak, akan selalu ditanya, "Bagaimana bagi waktunya antara keluarga dan pekerjaan?" Laki-laki apakah dihadapkan pada pertanyaan yang sama? Oh, tentu tidak. Padahal laki-laki juga banyak yang berkeluarga dan mempunyai anak. Mengapa mereka tidak ditanyakan pertanyaan yang sama? Tanggung jawab mengurus anak dan keluarga terkesan menjadi tanggung jawab tunggal seorang perempuan. Sedangkan laki-laki cukup sampai urusan nafkah keluarga saja, sisanya menjadi urusan perempuan. Benarkah demikian? Mengapa yang terjadi masyarakat kita adalah pandangan yang seperti ini dan diamini oleh seluruh pihak. Perempuan bicara rasa lelah mengurus anak dan rumah itu, terlebih sambil bekerja dianggap biasa. Sudah seharusnya demikian. Ulala, capeknya. Jeritan hati para perempuan tidak didengar, hanya karena dianggap ya memang sudah seharusnya, perempuan urus anak dan rumah. Capek gak sih jadi "kuat". ...
Hari Jumat tanggal 8 Januari 2020 kemarin, aku menonton film "The Teacher" dengan menggunakan layanan streaming di STRO.TV - Stream ON! . Kupikir awalnya ini film serius yang bercerita tentang seorang guru. Namun ketika aku menonton filmnya setelah sebelumnya telah menyimak trailernya, ternyata ini film komedi yang kocak banget. Cocok ditonton bersama keluarga, walau bagi anak-anak yang ingin menonton ini tetap harus didampingi oleh orang tua ya, karena film ini merupakan jenis film BO (Bimbingan Orang Tua). Film ini bercerita tentang seorang polisi wanita yang sedang menyamar menjadi seorang guru di suatu sekolah elite guna dapat membongkar jaringan narkoba disana. Siapa pun di sekolah tersebut patut dicurigai, mulai dari para guru, murid hingga wali murid. Film Teachers dibintangi oleh Yova Gracia (Agnes, seorang polisi wanita yang sedang menyamar menjadi guru) & Estelle Linden (Meg, wali kelas 4A) . Film ini juga didukung oleh para comedian sen...