Perempuan itu ketika bekerja dan sudah berkeluarga, terlebih ketika mempunyai anak, akan selalu ditanya, "Bagaimana bagi waktunya antara keluarga dan pekerjaan?" Laki-laki apakah dihadapkan pada pertanyaan yang sama? Oh, tentu tidak. Padahal laki-laki juga banyak yang berkeluarga dan mempunyai anak. Mengapa mereka tidak ditanyakan pertanyaan yang sama? Tanggung jawab mengurus anak dan keluarga terkesan menjadi tanggung jawab tunggal seorang perempuan. Sedangkan laki-laki cukup sampai urusan nafkah keluarga saja, sisanya menjadi urusan perempuan. Benarkah demikian? Mengapa yang terjadi masyarakat kita adalah pandangan yang seperti ini dan diamini oleh seluruh pihak. Perempuan bicara rasa lelah mengurus anak dan rumah itu, terlebih sambil bekerja dianggap biasa. Sudah seharusnya demikian. Ulala, capeknya. Jeritan hati para perempuan tidak didengar, hanya karena dianggap ya memang sudah seharusnya, perempuan urus anak dan rumah. Capek gak sih jadi "kuat". ...
Corona virus had became a pandemic from the early of 2020 all over the world. It started from China then spread to every country. Some country had managed it well but many country are still struggling. This pandemic gave a huge impact to our education system ( kebijakan pendidikan ). Some people believe that study must proceed during the pandemic (using online study system) but some people think, it would be better to postphone the new school academic year until the pandemic is under controlled. In my opinion, it would be better if the government postphone the new school academic year rather than insist to open the new school academic year. There are some disadvantages if the new school academic year will be opened during the pandemic. The life of the children will be on risk if the schools open and do the offline learning system. Eventhough, if the learning system will be using online platform, it will not give the same quality compare to offline learning system. Face to fac...