Perempuan itu ketika bekerja dan sudah berkeluarga, terlebih ketika mempunyai anak, akan selalu ditanya, "Bagaimana bagi waktunya antara keluarga dan pekerjaan?" Laki-laki apakah dihadapkan pada pertanyaan yang sama? Oh, tentu tidak. Padahal laki-laki juga banyak yang berkeluarga dan mempunyai anak. Mengapa mereka tidak ditanyakan pertanyaan yang sama? Tanggung jawab mengurus anak dan keluarga terkesan menjadi tanggung jawab tunggal seorang perempuan. Sedangkan laki-laki cukup sampai urusan nafkah keluarga saja, sisanya menjadi urusan perempuan. Benarkah demikian? Mengapa yang terjadi masyarakat kita adalah pandangan yang seperti ini dan diamini oleh seluruh pihak. Perempuan bicara rasa lelah mengurus anak dan rumah itu, terlebih sambil bekerja dianggap biasa. Sudah seharusnya demikian. Ulala, capeknya. Jeritan hati para perempuan tidak didengar, hanya karena dianggap ya memang sudah seharusnya, perempuan urus anak dan rumah. Capek gak sih jadi "kuat". ...
When you were young, you can be an idealist person. By the time goes by, it will fade away. I believe that when you grow older, life would became more complicated and force you to accept that you live in the grey area. Life is not a white and black area eventhough when you were child, you were thought the good and bad deed. But in the reality, to decide is it really bad or is it really the good deed, not that simple. Everyone have their own reason and background when do something. I really miss my childhood. Children really have a pure soul. Perhaps until you live on your own and meet a lot of other different kind of people, you still can be an idealist person and can still view this life as a white and black area. Is that so difficult to make life as white and black area? Why society accept the grey area? Why there must be a grey area in the first place? Why we were thought about white and black area and never about grey area while in the reality life is not whi...