Itulah pertanyaanku ke narasumber ketika mengikuti Workshop Forgiveness Therapy yang diadakan oleh Dandiah Care, dengan foundernya adalah pasangan suami istri dari Ibu Diah Mahmudah, S.Psi., Psikolog dan Pak Dandi Birdy, S.Psi. Workshop Forgiveness Therapy ini dibawakan oleh 5 orang narasumber, yang tidak hanya menjelaskan konsep dan teori tentang ilmu memaafkan ini namun juga membersamai dengan praktek secara langsung, langkah-langkah kecil yang dilakukan untuk bisa sampai pada keputusan memaafkan. Apakah benar waktu akan menyembuhkan luka? Berapa lama waktu yang dibutuhkan idealnya untuk menyembuhkan suatu luka? Selama ini kalimat " Time will heal." itu seakan jawaban. Namun ternyata kalimat itu belum lengkap, "Time will heal or kill." Memaafkanlah yang akan menyembuhkan luka. Tidak ada hubungannya dengan waktu. Dibutuhkan keputusan sadar untuk memaafkan. " Forgiveness is a choice", dalam bukunya Robert D. Enright mengatakan ada 4 tahapan...
Akhirnya perjuangan mengejar gelar master tercapai. Senangnya rasa hati ini. 2 tahun terakhir alias 4 semester di usia matang ini belajar kembali, dimana telah 15 tahun lalu telah meninggalkan bangku S1. Banyak sekali tantangan dan halangan kuhadapi saat belajar kembali. Berusaha untuk kembali tune-in, mengeset kembali otak ini untuk siap belajar, bergumul dengan buku-buku tebal, jurnal-jurnal terbaru, berbahasa inggris pula. Tak cukup hanya membaca namun menuliskan laporan tugas-tugas kuliah yang tentunya bahasa yang digunakan harus berbahasa yang baik dan benar secara akademik. Padahal selama ini aku menulis dengan bahasa santai dan non formal di blog ini. Namun kebiasaanku menulis blog ini sedikit banyak membantuku dalam menulis dan mengerjakan tugas-tugas kuliah. Hanya tinggal menggubah setting di otakku tulislah dengan bahasa formal dan akademik. Tapi pada kenyataannya tidak sekedar "hanya" loh. Berulang kali laporan tugas kuliahku, draft publikasi artikelku di jurnal...