Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Travelling

Memaafkan atau Waktu yang akan Menyembuhkan Luka?

Itulah pertanyaanku ke narasumber ketika mengikuti Workshop Forgiveness Therapy yang diadakan oleh Dandiah Care, dengan foundernya adalah pasangan suami istri dari Ibu Diah Mahmudah, S.Psi., Psikolog dan Pak Dandi Birdy, S.Psi. Workshop Forgiveness Therapy ini dibawakan oleh 5 orang narasumber, yang tidak hanya menjelaskan konsep dan teori tentang ilmu memaafkan ini namun juga membersamai dengan praktek secara langsung, langkah-langkah kecil yang dilakukan untuk bisa sampai pada keputusan memaafkan. Apakah benar waktu akan menyembuhkan luka? Berapa lama waktu yang dibutuhkan idealnya untuk menyembuhkan suatu luka? Selama ini kalimat " Time will heal." itu seakan jawaban. Namun ternyata kalimat itu belum lengkap, "Time will heal or kill."  Memaafkanlah yang akan menyembuhkan luka. Tidak ada hubungannya dengan waktu. Dibutuhkan keputusan sadar untuk memaafkan.  " Forgiveness is a choice", dalam bukunya   Robert D. Enright mengatakan ada 4 tahapan...

Kembali Merantau Lagi, Kini di Kota 1001 Gereja, Manado, Sulawesi Utara

Tak terasa sudah 1 bulan aku tinggal di kota Manado ini. Kota yang kerap dijuluki kota dengan 1001 gereja ini memang benar adanya. Aku lihat hampir di setiap sudut kota berdiri megah bangunan-bangunan gereja dengan beraneka macam bentuk yang indah dan berbeda. Pemandangan yang sebelumnya belum pernah aku lihat.  Jika sebelumnya mataku menikmati indahnya banyaknya masjid dengan menara-menara menjulang tinggi di kota Pahlawan Surabaya dan sahut-sahutan suara adzan serta alunan suara nan merdu dari para Qori/Qoriah sesaat sebelum adzan kini aku disini merindukannya. Tiap-tiap kota yang pernah kutinggali menorehkan kesan yang mendalam walau hanya beberapa tahun saja aku tinggal di kota tersebut. Tempat Wisata Alam Hal lainnya yang membuatku terkesima adalah keindahan alam bumi celebes ini. Walau baru 1 bulan, namun aku sudah menjelajah banyak sekali tempat wisata di Manado dan sekitarnya ini. Mulai dari gunung hingga laut. Kota Manado ini dikepung beberapa gunung sebut saja Gunung Loko...

Bantir Hills Kabupaten Semarang di Era New Normal

Bantir Hills di Era New Normal Bantir Hills, aku sudah lama sebenarnya mendengar nama ini dan sempat viral ya beberapa waktu yang lalu jauh sebelum masa pandemi dan era new normal ini, namun aku sendiri belum pernah kesana. Tapi akhirnya kesampaian juga nih menengok indahnya Bantir Hills walau di era adaptasi kebiasaan baru ini.  Setelah puas bermain di  Air Terjun Klenting Kuning , waktu sudah menunjukkan 15.00 sore. Kami sudah bersiap pulang dan tidak sempat berpikir akan singgah kemana-mana. Namun di perjalanan pulang ini ternyata melewati plang Bantir Hills. Kami pun akhirnya mengikuti plang tersebut. Kami pun bertanya pada bapak-bapak yang sedang duduk di depan suatu tempat makan kecil. Ternyata benar ini pintu masuk menuju tempat wisata Bantir Hills. Tetapi mobil hanya dapat sampai disini saja. Harus parkir dan dilanjutkan dengan berjalan kaki menanjak sekita 700m.  Waw, sang ayah pun sudah ancang-ancang memutar balik dan berterima kasih kepada bapak ter...

Akhirnya, Berani Berwisata Lagi (Air Terjun Klenting Kuning) di Kabupaten Semarang

  Awal Mula Berwisata Kembali Sudah beberapa bulan ini sejak Februari 2020, aku dan keluarga berada di rumah saja. Sudah penat rasanya. Ingin rasanya berjalan-jalan berwisata seperti yang sering kami lakukan saat akhir pekan.  Sekarang sudah masuk bulan September 2020, jadi sudah 6 bulan. Waktu yang terasa sangat lama. Kami benar-benar tidak pergi keluar kota bahkan ke mall pun tidak. Anak-anak pun benar-benar di rumah saja. Sekolah juga hanya via daring.  Ayahnya sebenarnya sudah kerap kali mengajak kami untuk berwisata. Wisata yang pada akhirnya hanya berputar-putar saja keliling kota atau ke kota sebelah namun benar-benar tidak turun dari kendaraan. Fiuh apa asyiknya seperti itu. Semangat kami langsung ciut ketika mendapati penuhnya parkiran tempat-tempat wisata tersebut dan banyaknya orang-orang berlalu lalang tanpa masker.  Tetapi akhirnya hari minggu kemarin 6 September 2020, sang ayah kembali mengajak kami keluar rumah. Aku pun sudah pesimis saja, pasti hanya ...