Perempuan itu ketika bekerja dan sudah berkeluarga, terlebih ketika mempunyai anak, akan selalu ditanya, "Bagaimana bagi waktunya antara keluarga dan pekerjaan?" Laki-laki apakah dihadapkan pada pertanyaan yang sama? Oh, tentu tidak. Padahal laki-laki juga banyak yang berkeluarga dan mempunyai anak. Mengapa mereka tidak ditanyakan pertanyaan yang sama? Tanggung jawab mengurus anak dan keluarga terkesan menjadi tanggung jawab tunggal seorang perempuan. Sedangkan laki-laki cukup sampai urusan nafkah keluarga saja, sisanya menjadi urusan perempuan. Benarkah demikian? Mengapa yang terjadi masyarakat kita adalah pandangan yang seperti ini dan diamini oleh seluruh pihak. Perempuan bicara rasa lelah mengurus anak dan rumah itu, terlebih sambil bekerja dianggap biasa. Sudah seharusnya demikian. Ulala, capeknya. Jeritan hati para perempuan tidak didengar, hanya karena dianggap ya memang sudah seharusnya, perempuan urus anak dan rumah. Capek gak sih jadi "kuat". ...
Tak terasa sudah 1 bulan aku tinggal di kota Manado ini. Kota yang kerap dijuluki kota dengan 1001 gereja ini memang benar adanya. Aku lihat hampir di setiap sudut kota berdiri megah bangunan-bangunan gereja dengan beraneka macam bentuk yang indah dan berbeda. Pemandangan yang sebelumnya belum pernah aku lihat. Jika sebelumnya mataku menikmati indahnya banyaknya masjid dengan menara-menara menjulang tinggi di kota Pahlawan Surabaya dan sahut-sahutan suara adzan serta alunan suara nan merdu dari para Qori/Qoriah sesaat sebelum adzan kini aku disini merindukannya. Tiap-tiap kota yang pernah kutinggali menorehkan kesan yang mendalam walau hanya beberapa tahun saja aku tinggal di kota tersebut. Tempat Wisata Alam Hal lainnya yang membuatku terkesima adalah keindahan alam bumi celebes ini. Walau baru 1 bulan, namun aku sudah menjelajah banyak sekali tempat wisata di Manado dan sekitarnya ini. Mulai dari gunung hingga laut. Kota Manado ini dikepung beberapa gunung sebut saja Gunung Loko...