Perempuan itu ketika bekerja dan sudah berkeluarga, terlebih ketika mempunyai anak, akan selalu ditanya, "Bagaimana bagi waktunya antara keluarga dan pekerjaan?" Laki-laki apakah dihadapkan pada pertanyaan yang sama? Oh, tentu tidak. Padahal laki-laki juga banyak yang berkeluarga dan mempunyai anak. Mengapa mereka tidak ditanyakan pertanyaan yang sama? Tanggung jawab mengurus anak dan keluarga terkesan menjadi tanggung jawab tunggal seorang perempuan. Sedangkan laki-laki cukup sampai urusan nafkah keluarga saja, sisanya menjadi urusan perempuan. Benarkah demikian? Mengapa yang terjadi masyarakat kita adalah pandangan yang seperti ini dan diamini oleh seluruh pihak. Perempuan bicara rasa lelah mengurus anak dan rumah itu, terlebih sambil bekerja dianggap biasa. Sudah seharusnya demikian. Ulala, capeknya. Jeritan hati para perempuan tidak didengar, hanya karena dianggap ya memang sudah seharusnya, perempuan urus anak dan rumah. Capek gak sih jadi "kuat". ...
Akhirnya aku memantapkan diri untuk memperkenalkan diriku sebagai seorang lifestyle blogger. Apaan sih tuh lifestyle blogger? Eh blogger itu apa sih? Menurut KBBI blogger adalah orang yang menulis catatan harian atau jurnal pribadi di internet yang dapat diakses oleh siapa saja. Berhubung aku adalah seorang yang sejak kecil senang menulis buku harian, namun bedanya dulu tuh buku harianku ada gemboknya jadi gak boleh tuh ada orang lain yang baca karena sifatnya rahasia yang merupakan curahan hatiku yang terdalam, kini ya aku lanjutkan dalam bentuk blog ini. Lho kok bisa? Yang awalnya menulis buku harian rapat2 hanya untuk diri sendiri, bersifat rahasia banget kini ditulisnya di internet dan bisa dibaca siapa saja. Awalnya aku juga bingung dan akhirnya bisa menyesuaikan. Jika dulu yang aku tulis di buku harian bergembok itu tanpa ada filter sama sekali apa adanya curahan hatiku, kini di blog tentunya tidak bisa ya karena akan menjadi jejak digitalku selamanya bahkan ketika tut...