Perempuan itu ketika bekerja dan sudah berkeluarga, terlebih ketika mempunyai anak, akan selalu ditanya, "Bagaimana bagi waktunya antara keluarga dan pekerjaan?" Laki-laki apakah dihadapkan pada pertanyaan yang sama? Oh, tentu tidak. Padahal laki-laki juga banyak yang berkeluarga dan mempunyai anak. Mengapa mereka tidak ditanyakan pertanyaan yang sama? Tanggung jawab mengurus anak dan keluarga terkesan menjadi tanggung jawab tunggal seorang perempuan. Sedangkan laki-laki cukup sampai urusan nafkah keluarga saja, sisanya menjadi urusan perempuan. Benarkah demikian? Mengapa yang terjadi masyarakat kita adalah pandangan yang seperti ini dan diamini oleh seluruh pihak. Perempuan bicara rasa lelah mengurus anak dan rumah itu, terlebih sambil bekerja dianggap biasa. Sudah seharusnya demikian. Ulala, capeknya. Jeritan hati para perempuan tidak didengar, hanya karena dianggap ya memang sudah seharusnya, perempuan urus anak dan rumah. Capek gak sih jadi "kuat". ...
Embracing the Power of Sustainable Living: A Pathway to a Brighter Future Greetings, beautiful souls! Our journey today transcends generations and resonates with our very core. Our world is in the process of moving deep into a new era of sustainable living, a shift that has the potential to transform lives, our planet, and the legacy we leave for the Gen Zers who come after us. Pictured by: www.pexels.com Discovering the Beauty of Conscious Choices Life is a tapestry woven from the threads of choices we make every single day. Sustainable living isn't just a choice; it's a conscious declaration that we honor the intricate balance of nature, our interconnectedness with all living beings, and the precious Earth that cradles us. It's about recognizing that our decisions ripple through time, leaving footprints of intention and impact. Imagine stepping into a world where every bite of food you savor, every garment you adorn, and every home you create aligns with your values. That...