Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Memaafkan atau Waktu yang akan Menyembuhkan Luka?

Itulah pertanyaanku ke narasumber ketika mengikuti Workshop Forgiveness Therapy yang diadakan oleh Dandiah Care, dengan foundernya adalah pasangan suami istri dari Ibu Diah Mahmudah, S.Psi., Psikolog dan Pak Dandi Birdy, S.Psi. Workshop Forgiveness Therapy ini dibawakan oleh 5 orang narasumber, yang tidak hanya menjelaskan konsep dan teori tentang ilmu memaafkan ini namun juga membersamai dengan praktek secara langsung, langkah-langkah kecil yang dilakukan untuk bisa sampai pada keputusan memaafkan. Apakah benar waktu akan menyembuhkan luka? Berapa lama waktu yang dibutuhkan idealnya untuk menyembuhkan suatu luka? Selama ini kalimat " Time will heal." itu seakan jawaban. Namun ternyata kalimat itu belum lengkap, "Time will heal or kill."  Memaafkanlah yang akan menyembuhkan luka. Tidak ada hubungannya dengan waktu. Dibutuhkan keputusan sadar untuk memaafkan.  " Forgiveness is a choice", dalam bukunya   Robert D. Enright mengatakan ada 4 tahapan...

Perempuan Berpendidikan, Garda Penerus Generasi Muda Indonesia

Bunda, taukah Anda, bahwa ibu adalah pondasi dan tiang suatu peradaban? Peradaban manusia berasal dari suatu kelompok manusia. Negara itu adalah kumpulan dari sekelompok manusia, yang menamakan dirinya masyarakat. Masyarakat terdiri dari keluarga-keluarga. sumber gambar : www.pixabay.com Peran Ibu dalam suatu keluarga tidaklah main-main. Sangat penting dan merupakan jiwa dan roh dari sebuah keluarga. Seorang ibulah yang mengantarkan jiwa murni dari anak ke dunia yang kelak ketika besar nanti akan membentuk keluarganya sendiri. Seorang ibulah yang mendidik dan menyayangi serta menutrisi makanan bergizi (ASI) pertama kali kepada sang bayi, calon penerus keluarga, masyarakat, bangsa negara dan peradaban manusia selanjutnya. Jangan biarkan anak-anak lepas dan kekurangan kasih sayang, didikan serta nutrisi dari ibundanya. Akibatnya sangat fatal untuk peradaban manusia generasi selanjutnya.  Seorang ibu akan berusaha selalu memberikan yang terbaik untuk ana...

Review Buku Bulan Terbelah di Langit Amerika

Buku ini cukup menarik perhatianku untuk kubaca, walau untuk judul buku sebelumnya dari penulis Hanum Salsabiella Rais ini tak kubaca hanya kunikmati saja filmnya. Film yang berjudul 99 Cahaya di Langit Eropa ini (buku fiksi pertamanya) benar-benar mendapat tempat dihatiku, sarat dengan makna dan pesan yang disajikan dengan apik.  Oleh karena itu untuk judul kedua dari bukunya walau sudah diangkat ke layar lebar dan aku sudah menonton traillernya, aku lebih penasaran untuk membaca bukunya langsung. Dan ternyata dinikmati via film atau pun buku karya penulis Hanum ini sama-sama indah. Apalagi ternyata seperti ada sambungan dari buku pertamanya ya kisah di buku kedua ini.  Review kali ini aku akan mengulas para tokoh utamanya. Masih sama dengan buku sebelumnya. Tokoh utama di buku ini  (Bulan Terbelah di Langit Amerika) adalah Hanum dan Rangga yang pergi ke New York dan Washington DC dalam rangka tugas masing-masing (Hanum dan Rangga sedang berdomisili di Wina tempat Rangga...