Perempuan itu ketika bekerja dan sudah berkeluarga, terlebih ketika mempunyai anak, akan selalu ditanya, "Bagaimana bagi waktunya antara keluarga dan pekerjaan?" Laki-laki apakah dihadapkan pada pertanyaan yang sama? Oh, tentu tidak. Padahal laki-laki juga banyak yang berkeluarga dan mempunyai anak. Mengapa mereka tidak ditanyakan pertanyaan yang sama? Tanggung jawab mengurus anak dan keluarga terkesan menjadi tanggung jawab tunggal seorang perempuan. Sedangkan laki-laki cukup sampai urusan nafkah keluarga saja, sisanya menjadi urusan perempuan. Benarkah demikian? Mengapa yang terjadi masyarakat kita adalah pandangan yang seperti ini dan diamini oleh seluruh pihak. Perempuan bicara rasa lelah mengurus anak dan rumah itu, terlebih sambil bekerja dianggap biasa. Sudah seharusnya demikian. Ulala, capeknya. Jeritan hati para perempuan tidak didengar, hanya karena dianggap ya memang sudah seharusnya, perempuan urus anak dan rumah. Capek gak sih jadi "kuat". ...
The speaker from Duta Bangsa Personality delves into the pivotal role social skills play in the business world, illustrating this with a personal anecdote about purchasing a Nokia 3210 phone. This story serves to underscore the critical nature of customer experience and negotiation abilities. The speaker distinguishes between business ethics and business etiquette, stressing the importance of fostering a pleasant environment and delivering a positive customer experience. They emphasize the necessity of developing both the skills and mindset required to ensure positive customer interactions. This includes understanding cultural nuances in body language and eye contact, and being mindful and respectful when sharing personal information. The speaker highlights the importance of using professional language and conduct in the workplace, offering practical advice on remembering people's names and maintaining a professional demeanor. Throughout the discussion, the speaker answers audience...