Kasus 16 mahasiswa FHUI adalah cermin budaya lama yang masih menghantui perempuan di dunia kerja. Ini adalah refleksi pribadi tentang luka yang dianggap lelucon. Membaca kabar mengenai kasus viral di Fakultas Hukum Universitas Indonesia belakangan ini—tentang 16 mahasiswa dan grup percakapan yang merendahkan martabat dosen serta mahasiswi lainnya—membawa saya kembali ke sebuah memori yang sudah cukup lama saya simpan rapat. Sebuah Cerita dari Meja Kerja Pertama Tahun pertama saya bekerja, saya adalah satu-satunya perempuan di sebuah tim yang cukup solid. Pada awalnya, semuanya terasa menyenangkan. Namun perlahan, saya mulai menyadari ada batas-batas yang samar-samar dilanggar. Ada lelucon-lelucon yang membuat saya harus menarik napas panjang, atau komentar tentang fisik yang disampaikan seolah-olah itu adalah pujian yang wajar. Saat itu, saya memilih untuk diam. Bukan karena saya setuju, tapi karena saya tidak ingin dianggap sebagai "perempuan yang kaku" atau ...
Mata Anak Sering Perih? Begini Cara Efektif Mengatasi Mata Kering Tanpa Harus ke Dokter Beberapa waktu lalu, anak bungsuku yang masih kelas dua SD tiba-tiba menghentikan aktivitas menggambarnya di tablet dan mengeluh, “Ma, mataku perih banget.” Kakaknya yang duduk di kelas lima pun ikut menimpali, “Iya Ma, aku juga. Sering banget kalau habis nonton atau main HP, mataku kayak panas dan kering.” sumber: AI Microsoft Copilot Sebagai seorang ibu sekaligus penulis yang juga banyak menghabiskan waktu di depan layar, keluhan anak-anak ini langsung bikin aku waspada. Apalagi saat menyadari, aku pun sering merasakan hal yang sama. Mata sepet, perih, lelah , meski hanya duduk di rumah saja. Setelah mencari tahu lebih dalam, ternyata kami mengalami gejala yang umum dikenal sebagai mata kering . Kenali Tanda-tanda Mata Kering yang Sering Diabaikan Mata kering bukan sekadar masalah kecil. Gejalanya bisa terasa ringan hingga mengganggu aktivitas harian, terutama jika dibiarkan tanpa penanganan. ...