Perempuan itu ketika bekerja dan sudah berkeluarga, terlebih ketika mempunyai anak, akan selalu ditanya, "Bagaimana bagi waktunya antara keluarga dan pekerjaan?" Laki-laki apakah dihadapkan pada pertanyaan yang sama? Oh, tentu tidak. Padahal laki-laki juga banyak yang berkeluarga dan mempunyai anak. Mengapa mereka tidak ditanyakan pertanyaan yang sama? Tanggung jawab mengurus anak dan keluarga terkesan menjadi tanggung jawab tunggal seorang perempuan. Sedangkan laki-laki cukup sampai urusan nafkah keluarga saja, sisanya menjadi urusan perempuan. Benarkah demikian? Mengapa yang terjadi masyarakat kita adalah pandangan yang seperti ini dan diamini oleh seluruh pihak. Perempuan bicara rasa lelah mengurus anak dan rumah itu, terlebih sambil bekerja dianggap biasa. Sudah seharusnya demikian. Ulala, capeknya. Jeritan hati para perempuan tidak didengar, hanya karena dianggap ya memang sudah seharusnya, perempuan urus anak dan rumah. Capek gak sih jadi "kuat". ...
Kalau anak sedang sakit itu, rasa empati ini tumbuh demikian besar, berbeda tentunya jika pasangan sakit. Kita mengharapkan bahwa sebagai manusia dewasa maka menjaga kesehatan itu sudah merupakan kewajiban.
Jadi ketika pasangan sakit, sedikit banyak terlintas di pikiran bahwa, "Udah dewasa, masih saja tidak bisa menjaga kesehatan. Kalau jadi sakit gini, semua jadi repot. Yang biasa kerjasama team bapak ibunya ngurus anak. Sekarang jadi mesti ngurus anak sendiri plus ngurusin pasangan yang sakit. Fiuh."
Yah walau sakit itu datangnya dari Allah entah sebagai ujian atau pengingat. Namun tetap saja sebagai ayah/ibu mesti berpikir dua kali kalau tidak mau menjaga kesehatannya dengan prima. Karena efeknya panjang, belum kalau satu rumah termasuk anak-anak ketularan sakit semua.
Ketika badan sudah memberikan sinyal capek, harus diingat bahwa kesehatanmu kini bukan hanya milikmu seorang. Namun milik keluargamu. Jika sakit, anak menjadi kecewa karena tidak dapat ditemani bermain. Beban pasangan menjadi bertambah karena harus ngurus si sakit.
Jikapun begitu, ketika sakit datang, walau terkadang kesehatan sudah kita jaga dengan prima (olah raga teratur, makan bergizi dan tepat waktu, istirahat cukup), tetap harus diterima dengan ikhlas dengan berikhtiar untuk cepat sembuh dengan segera supaya tidak memperlama waktu tercerabutnya hak-hak anak dan pasangan kita dengan hadirnya sakit kita.
#health #30post #ODOP #onedayonepost
Kesehatan memang mahal ya ka... jd pengingat jg buat kita biar ttp jaga kesehatan.
BalasHapusBetul sekali tak ternilai harganya
HapusReminder keren nih
BalasHapusCeritanya menghayati banget
BalasHapusterima kasih
Hapussetuju. tetep harus ikhlas, :))
BalasHapusIklas mudah diucapkan susah diterapkan. Namun harus tetap selalu dicoba.
Hapus