Itulah pertanyaanku ke narasumber ketika mengikuti Workshop Forgiveness Therapy yang diadakan oleh Dandiah Care, dengan foundernya adalah pasangan suami istri dari Ibu Diah Mahmudah, S.Psi., Psikolog dan Pak Dandi Birdy, S.Psi. Workshop Forgiveness Therapy ini dibawakan oleh 5 orang narasumber, yang tidak hanya menjelaskan konsep dan teori tentang ilmu memaafkan ini namun juga membersamai dengan praktek secara langsung, langkah-langkah kecil yang dilakukan untuk bisa sampai pada keputusan memaafkan. Apakah benar waktu akan menyembuhkan luka? Berapa lama waktu yang dibutuhkan idealnya untuk menyembuhkan suatu luka? Selama ini kalimat " Time will heal." itu seakan jawaban. Namun ternyata kalimat itu belum lengkap, "Time will heal or kill." Memaafkanlah yang akan menyembuhkan luka. Tidak ada hubungannya dengan waktu. Dibutuhkan keputusan sadar untuk memaafkan. " Forgiveness is a choice", dalam bukunya Robert D. Enright mengatakan ada 4 tahapan...
Kalau anak sedang sakit itu, rasa empati ini tumbuh demikian besar, berbeda tentunya jika pasangan sakit. Kita mengharapkan bahwa sebagai manusia dewasa maka menjaga kesehatan itu sudah merupakan kewajiban.
Jadi ketika pasangan sakit, sedikit banyak terlintas di pikiran bahwa, "Udah dewasa, masih saja tidak bisa menjaga kesehatan. Kalau jadi sakit gini, semua jadi repot. Yang biasa kerjasama team bapak ibunya ngurus anak. Sekarang jadi mesti ngurus anak sendiri plus ngurusin pasangan yang sakit. Fiuh."
Yah walau sakit itu datangnya dari Allah entah sebagai ujian atau pengingat. Namun tetap saja sebagai ayah/ibu mesti berpikir dua kali kalau tidak mau menjaga kesehatannya dengan prima. Karena efeknya panjang, belum kalau satu rumah termasuk anak-anak ketularan sakit semua.
Ketika badan sudah memberikan sinyal capek, harus diingat bahwa kesehatanmu kini bukan hanya milikmu seorang. Namun milik keluargamu. Jika sakit, anak menjadi kecewa karena tidak dapat ditemani bermain. Beban pasangan menjadi bertambah karena harus ngurus si sakit.
Jikapun begitu, ketika sakit datang, walau terkadang kesehatan sudah kita jaga dengan prima (olah raga teratur, makan bergizi dan tepat waktu, istirahat cukup), tetap harus diterima dengan ikhlas dengan berikhtiar untuk cepat sembuh dengan segera supaya tidak memperlama waktu tercerabutnya hak-hak anak dan pasangan kita dengan hadirnya sakit kita.
#health #30post #ODOP #onedayonepost
Kesehatan memang mahal ya ka... jd pengingat jg buat kita biar ttp jaga kesehatan.
BalasHapusBetul sekali tak ternilai harganya
HapusReminder keren nih
BalasHapusCeritanya menghayati banget
BalasHapusterima kasih
Hapussetuju. tetep harus ikhlas, :))
BalasHapusIklas mudah diucapkan susah diterapkan. Namun harus tetap selalu dicoba.
Hapus