Langsung ke konten utama

Memaafkan atau Waktu yang akan Menyembuhkan Luka?

Itulah pertanyaanku ke narasumber ketika mengikuti Workshop Forgiveness Therapy yang diadakan oleh Dandiah Care, dengan foundernya adalah pasangan suami istri dari Ibu Diah Mahmudah, S.Psi., Psikolog dan Pak Dandi Birdy, S.Psi. Workshop Forgiveness Therapy ini dibawakan oleh 5 orang narasumber, yang tidak hanya menjelaskan konsep dan teori tentang ilmu memaafkan ini namun juga membersamai dengan praktek secara langsung, langkah-langkah kecil yang dilakukan untuk bisa sampai pada keputusan memaafkan. Apakah benar waktu akan menyembuhkan luka? Berapa lama waktu yang dibutuhkan idealnya untuk menyembuhkan suatu luka? Selama ini kalimat " Time will heal." itu seakan jawaban. Namun ternyata kalimat itu belum lengkap, "Time will heal or kill."  Memaafkanlah yang akan menyembuhkan luka. Tidak ada hubungannya dengan waktu. Dibutuhkan keputusan sadar untuk memaafkan.  " Forgiveness is a choice", dalam bukunya   Robert D. Enright mengatakan ada 4 tahapan...

Suka Duka Pengemudi Online (Part 2) Dihipnotis Penumpang

Walau baru 5 bulan menjadi pengemudi mobil online, bapak ini mempunyai segudang cerita suka dan dukanya menjadi pengemudi mobil online. Mari kita bahas dukanya dahulu.

Bapak ini lebih suka untuk mendapatkan job mengantar ke lokasi yang jauh-jauh. Suatu ketika dia mendapatkan job untuk mengantar ke cibinong. Metode pembayaran yang dipilih oleh penumpang adalah pembayaran cash. Biaya ongkos perjalanan ini pun cukup mahal , mencapai ratusa ribu. Sesampainya di tujuan, penumpang pun membayar beberapa lembar uang berwarna merah seraya menepuk pundaknya. Lalu turun dari mobil. Bapak ini masih saja diam, terbengong di dalam mobil. Cukup lama. Hingga didekati oleh satpam. Satpamnya pun bertanya, "Bapak mau kemana?  Dari tadi kok diam saja di sini." Bapaknya langsung refleks mencari penumpangnya setelah sadar bahwa hanya selembar uang sepuluh ribu di tangannya. Namun Pak Satpamnya tidak melihat penumpangnya karena memang sudah cukup lama Bapak itu terdiam di dalam mobil di situ. Bapaknya akhirnya tersadar terkena hipnotis. Akhirnya dia pun melapor ke customer service dan nomor penumpang tersebut diblock tidak dapat memesan kendaraan online lagi. Apakah uangnya kembali? Tentu saja tidak.

Setelah dipikir memang cukup rawan penipuan seperti ini, karena penumpang duduk di kursi belakang sangat mudah menepuk bahu dari belakang. Masih untung hanya tidak bayar saja penumpang tersebut, bagaimana jika dirampok, seluruh uang tunai yang ada di dompet bisa saja dikuras sekalian berlagak meminta kembalian.

Metode pembayaran cashless sedikit banyak membantu baik penumpang maupun pengemudi untuk terhindar dari hal-hal semacam ini. Lebih mudah, praktis dan aman serta lebih murah bagi pembeli karena ada diskonnya.

Apa hanya itu pengalaman dukanya? O tentu tidak. Ada hal lainnya. Salah satunya akibat dampak peraturan plat mobil ganjil genap mengikuti tanggal. Simak kisahnya di post selanjutnya.

#ODOP #onedayonepost #39thpost

Komentar

Posting Komentar