Perempuan itu ketika bekerja dan sudah berkeluarga, terlebih ketika mempunyai anak, akan selalu ditanya, "Bagaimana bagi waktunya antara keluarga dan pekerjaan?" Laki-laki apakah dihadapkan pada pertanyaan yang sama? Oh, tentu tidak. Padahal laki-laki juga banyak yang berkeluarga dan mempunyai anak. Mengapa mereka tidak ditanyakan pertanyaan yang sama? Tanggung jawab mengurus anak dan keluarga terkesan menjadi tanggung jawab tunggal seorang perempuan. Sedangkan laki-laki cukup sampai urusan nafkah keluarga saja, sisanya menjadi urusan perempuan. Benarkah demikian? Mengapa yang terjadi masyarakat kita adalah pandangan yang seperti ini dan diamini oleh seluruh pihak. Perempuan bicara rasa lelah mengurus anak dan rumah itu, terlebih sambil bekerja dianggap biasa. Sudah seharusnya demikian. Ulala, capeknya. Jeritan hati para perempuan tidak didengar, hanya karena dianggap ya memang sudah seharusnya, perempuan urus anak dan rumah. Capek gak sih jadi "kuat". ...
Be Smart Literated Financially since Toddler (Day 4, Knowing that Money can be Earned by Do Something)
We have to let our children know that money is earned. It is not a free lunch. You have to do something to get some money.
For a toodler, we as a parent can simply use a role model to teach them about it. Let them see that their parent do something to get some money. Or we give some money to others because others do something. For example: "tukang parkir" or when we buy something in the market.
Next we can also use this money concept, when our children do something and get the money for the return. For example: our children help us with the chores then we give them money because of it, or when our children win a race them they get some money for the prize.
Komentar
Posting Komentar