Perempuan itu ketika bekerja dan sudah berkeluarga, terlebih ketika mempunyai anak, akan selalu ditanya, "Bagaimana bagi waktunya antara keluarga dan pekerjaan?" Laki-laki apakah dihadapkan pada pertanyaan yang sama? Oh, tentu tidak. Padahal laki-laki juga banyak yang berkeluarga dan mempunyai anak. Mengapa mereka tidak ditanyakan pertanyaan yang sama? Tanggung jawab mengurus anak dan keluarga terkesan menjadi tanggung jawab tunggal seorang perempuan. Sedangkan laki-laki cukup sampai urusan nafkah keluarga saja, sisanya menjadi urusan perempuan. Benarkah demikian? Mengapa yang terjadi masyarakat kita adalah pandangan yang seperti ini dan diamini oleh seluruh pihak. Perempuan bicara rasa lelah mengurus anak dan rumah itu, terlebih sambil bekerja dianggap biasa. Sudah seharusnya demikian. Ulala, capeknya. Jeritan hati para perempuan tidak didengar, hanya karena dianggap ya memang sudah seharusnya, perempuan urus anak dan rumah. Capek gak sih jadi "kuat". ...
Kini aku tinggal di Semarang. Namun hampir setiap 2-3 bulan sekali, aku pulang ke Jakarta. Satu hal yang membuat pusing bagi para pecinta binatang yang mempunyai peliharaan di rumah adalah ketika bepergian jauh meninggalkan rumah untuk beberapa hari. Seperti aku yang memelihara kelinci. Aku sudah mencari beberapa petshop disini untuk menitipkan kelinci beberapa hari selama kami pergi, namun tidak ada petshop yang bersedia. Alasannya, mereka tidak menerima kelinci karena mudah stress.
Alhasil, tidak ada pilihan lain. Setiap aku pergi meninggalkan rumah beberapa hari, kelinciku pun ikut serta. Seperti saat mudik ke Jakarta setiap 2-3 bulan ini. Aku dulu pernah mencemooh dalam hati, ketika melihat orang-orang membawa burung beserta sangkarnya di bagasi mobil ketika berhenti di rest area yang tak sengaja terlihat ketika mereka membuka bagasinya. Segitunya yah burung sampai dibawa kemana-mana. Ternyata kali ini aku yang merasakannya.
Jika mereka para binatang peliharaan tersebut ditinggal, siapa yang memberi makan dan minum. Jika ditinggal berhari-hari atau berminggu-minggu tentulah akan mati. Sama saja dengan menyiksa binatang. Namun ketika kelinciku sudah agak besar. Kemarin kucoba kutinggal saja di rumah sambil kubuka kandangnya, sehingga dia bisa makan rumput di halaman. Kutinggal beberapa minggu, masih ada. Yeay. Padahal bisa saja dia pergi menerobos ke luar halaman atau diambil orang. Kini kelinciku kulepas saja, tidak di dalam kandang lagi. Dan aku pun tak perlu pusing lagi memikirkan kelinciku di rumah ketika aku mudik.
Oh ya selain kelinci aku juga punya ikan cupang. Kalau ikan cupang ini, kuat sekali, tidak diberi makan berbulan-bulan juga kuat. Sepertinya dia memakan lumut di dalam aquarium kecilnya. Tapi bisa dibayangkan ya betapa kotornya jika aquarium tidak dibersihkan dalam waktu lama. Tapi, tidak apa-apa sepanjang masih hidup ikannya.
#loveanimal


Salam kenal kak Angru...😊
BalasHapusSemoga selalu dilancarkan perjalanan mudiknya..
Thank yooou
HapusAku trauma pelihara kelinci. Pernah dimakan an*ing kelinciku padahal dimasukin ke kandang.
BalasHapusIni juga aslinya 3 yg 1 digigit kucing. Hiks.
Hapus