Langsung ke konten utama

Memaafkan atau Waktu yang akan Menyembuhkan Luka?

Itulah pertanyaanku ke narasumber ketika mengikuti Workshop Forgiveness Therapy yang diadakan oleh Dandiah Care, dengan foundernya adalah pasangan suami istri dari Ibu Diah Mahmudah, S.Psi., Psikolog dan Pak Dandi Birdy, S.Psi. Workshop Forgiveness Therapy ini dibawakan oleh 5 orang narasumber, yang tidak hanya menjelaskan konsep dan teori tentang ilmu memaafkan ini namun juga membersamai dengan praktek secara langsung, langkah-langkah kecil yang dilakukan untuk bisa sampai pada keputusan memaafkan. Apakah benar waktu akan menyembuhkan luka? Berapa lama waktu yang dibutuhkan idealnya untuk menyembuhkan suatu luka? Selama ini kalimat " Time will heal." itu seakan jawaban. Namun ternyata kalimat itu belum lengkap, "Time will heal or kill."  Memaafkanlah yang akan menyembuhkan luka. Tidak ada hubungannya dengan waktu. Dibutuhkan keputusan sadar untuk memaafkan.  " Forgiveness is a choice", dalam bukunya   Robert D. Enright mengatakan ada 4 tahapan...

Ketika Kelinciku Pun Ikut Mudik

Kini aku tinggal di Semarang. Namun hampir setiap 2-3 bulan sekali, aku pulang ke Jakarta. Satu hal yang membuat pusing bagi para pecinta binatang yang mempunyai peliharaan di rumah adalah ketika bepergian jauh meninggalkan rumah untuk beberapa hari. Seperti aku yang memelihara kelinci. Aku sudah mencari beberapa petshop disini untuk menitipkan kelinci beberapa hari selama kami pergi, namun tidak ada petshop yang bersedia. Alasannya, mereka tidak menerima kelinci karena mudah stress.




Alhasil, tidak ada pilihan lain. Setiap aku pergi meninggalkan rumah beberapa hari, kelinciku pun ikut serta. Seperti saat mudik ke Jakarta setiap 2-3 bulan ini. Aku dulu pernah mencemooh dalam hati, ketika melihat orang-orang membawa burung beserta sangkarnya di bagasi mobil ketika berhenti di rest area yang tak sengaja terlihat ketika mereka membuka bagasinya. Segitunya yah burung sampai dibawa kemana-mana. Ternyata kali ini aku yang merasakannya.
Jika mereka para binatang peliharaan tersebut ditinggal, siapa yang memberi makan dan minum. Jika ditinggal berhari-hari atau berminggu-minggu tentulah akan mati. Sama saja dengan menyiksa binatang. Namun ketika kelinciku sudah agak besar. Kemarin kucoba kutinggal saja di rumah sambil kubuka kandangnya, sehingga dia bisa makan rumput di halaman. Kutinggal beberapa minggu, masih ada. Yeay. Padahal bisa saja dia pergi menerobos ke luar halaman atau diambil orang. Kini kelinciku kulepas saja, tidak di dalam kandang lagi. Dan aku pun tak perlu pusing lagi memikirkan kelinciku di rumah ketika aku mudik.
Oh ya selain kelinci aku juga punya ikan cupang. Kalau ikan cupang ini, kuat sekali, tidak diberi makan berbulan-bulan juga kuat. Sepertinya dia memakan lumut di dalam aquarium kecilnya. Tapi bisa dibayangkan ya betapa kotornya jika aquarium tidak dibersihkan dalam waktu lama. Tapi, tidak apa-apa sepanjang masih hidup ikannya.
#loveanimal

Komentar

  1. Salam kenal kak Angru...😊
    Semoga selalu dilancarkan perjalanan mudiknya..

    BalasHapus
  2. Aku trauma pelihara kelinci. Pernah dimakan an*ing kelinciku padahal dimasukin ke kandang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini juga aslinya 3 yg 1 digigit kucing. Hiks.

      Hapus

Posting Komentar