Langsung ke konten utama

Memaafkan atau Waktu yang akan Menyembuhkan Luka?

Itulah pertanyaanku ke narasumber ketika mengikuti Workshop Forgiveness Therapy yang diadakan oleh Dandiah Care, dengan foundernya adalah pasangan suami istri dari Ibu Diah Mahmudah, S.Psi., Psikolog dan Pak Dandi Birdy, S.Psi. Workshop Forgiveness Therapy ini dibawakan oleh 5 orang narasumber, yang tidak hanya menjelaskan konsep dan teori tentang ilmu memaafkan ini namun juga membersamai dengan praktek secara langsung, langkah-langkah kecil yang dilakukan untuk bisa sampai pada keputusan memaafkan. Apakah benar waktu akan menyembuhkan luka? Berapa lama waktu yang dibutuhkan idealnya untuk menyembuhkan suatu luka? Selama ini kalimat " Time will heal." itu seakan jawaban. Namun ternyata kalimat itu belum lengkap, "Time will heal or kill."  Memaafkanlah yang akan menyembuhkan luka. Tidak ada hubungannya dengan waktu. Dibutuhkan keputusan sadar untuk memaafkan.  " Forgiveness is a choice", dalam bukunya   Robert D. Enright mengatakan ada 4 tahapan...

Komunikasi Produktif (Fokus pada Solusi bukan Masalah)

Mama: Kakak sudah jam segini ini, nanti kamu telat masuk sekolah, ayo cepet mandi. Mama bilang pagi-pagi tidak ada TV kalau belum beres semuanya siap untuk berangkat sekolah.
(fokus pada masalah:telat masuk sekolah)

Mama: Kakak ayo mandi, cepat ya. Baju seragam sudah disiapkan disini. Makanan juga sudah siap di meja. TV mama matikan dahulu. Papa sudah siap antar kamu sekolah tuh.
(fokus pada solusi: mandi cepat, tidak nonton TV lalu bersiap berangkat sekolah dengan tepat waktu)

Prakteknya kalau seperti yang pertama, kakak masih males-malesan, sepertinya di pikirannya itu telat gak pa pa. Namun ketika pakai kalimat yang kedua, lebih cepat menuju kamar mandinya.

So keep in mind, focus on solution not the problem.

Komentar