Itulah pertanyaanku ke narasumber ketika mengikuti Workshop Forgiveness Therapy yang diadakan oleh Dandiah Care, dengan foundernya adalah pasangan suami istri dari Ibu Diah Mahmudah, S.Psi., Psikolog dan Pak Dandi Birdy, S.Psi. Workshop Forgiveness Therapy ini dibawakan oleh 5 orang narasumber, yang tidak hanya menjelaskan konsep dan teori tentang ilmu memaafkan ini namun juga membersamai dengan praktek secara langsung, langkah-langkah kecil yang dilakukan untuk bisa sampai pada keputusan memaafkan. Apakah benar waktu akan menyembuhkan luka? Berapa lama waktu yang dibutuhkan idealnya untuk menyembuhkan suatu luka? Selama ini kalimat " Time will heal." itu seakan jawaban. Namun ternyata kalimat itu belum lengkap, "Time will heal or kill." Memaafkanlah yang akan menyembuhkan luka. Tidak ada hubungannya dengan waktu. Dibutuhkan keputusan sadar untuk memaafkan. " Forgiveness is a choice", dalam bukunya Robert D. Enright mengatakan ada 4 tahapan...
Dulu itu di kantorku setiap selasa dan jumat itu adalah hari olahraga. Jam 7-9 pagi kita dibebaskan untuk berolahraga apa saja dan dimana saja. Sepanjang jam 9 sudah kembali ke meja kerja.
Banyak pilihan olah raga disekitar kantorku ini. Bisa jalan ke monas, lari mengitari monas,bersepeda berputar-putar di daerah gajah mada-pecenongan dan sekitarnya bahkan ada beberapa temanku yang berenang di hotel dekat kantor sini.
Kantor juga sebenarnya menyediakan berbagai fasilitas diantaranya meja pingpong, alat fitnes seperti treadmill, sepeda statis dan angkat beban. Lalu sebulan sekali juga ada senam bersama memanggil instruktur senam yang oke banget.
Aku dulu sebenarnya cukup senang dan rutin memanfaatkan waktu olah raga ini khususnya jika ada senam. Namun seiring macetnya menuju kantor aku sering terlewat senam ini. Aku bahkan sampai menitipkan juga sepeda lipatku di parkiran kantor untuk kugunakan saat jam olah raga ini. Namun kesibukan pekerjaan dan seringnya kegiatan di luar kantor membuat sepeda lipat ini pun tak tersentuh hingga berdebu dan akhirnya kubawa pulang kembali.
Kini ketika berubah status menjadi Ibu Rumah Tangga, ternyata aku sangat membutuhkan yang namanya senam ini. Jika dulu terlewat senam di kantor, gak apa-apa deh, demi lebih lama sedikit di rumah bersama anak-anak. Kali ini untuk merefresh badan dan jiwa perlu banget senam ini. Aku selalu berusaha mencari tempat senam sehat ramai-ramai. Bahkan hingga keluar kompleks pun tadius 1-3 KM kujalani padahal jam 6 sudah mulai. Anak-anak kutitipkan bersama ayahnya di rumah, what ever it takes hehehe. Terkadang juga kubawa serta walau masih memakai piyama hihihi. Anak-anak juga senang, melihat banyak orang olah raga bersama dan juga bayak anak-anak lain.

Komentar
Posting Komentar