Langsung ke konten utama

Memaafkan atau Waktu yang akan Menyembuhkan Luka?

Itulah pertanyaanku ke narasumber ketika mengikuti Workshop Forgiveness Therapy yang diadakan oleh Dandiah Care, dengan foundernya adalah pasangan suami istri dari Ibu Diah Mahmudah, S.Psi., Psikolog dan Pak Dandi Birdy, S.Psi. Workshop Forgiveness Therapy ini dibawakan oleh 5 orang narasumber, yang tidak hanya menjelaskan konsep dan teori tentang ilmu memaafkan ini namun juga membersamai dengan praktek secara langsung, langkah-langkah kecil yang dilakukan untuk bisa sampai pada keputusan memaafkan. Apakah benar waktu akan menyembuhkan luka? Berapa lama waktu yang dibutuhkan idealnya untuk menyembuhkan suatu luka? Selama ini kalimat " Time will heal." itu seakan jawaban. Namun ternyata kalimat itu belum lengkap, "Time will heal or kill."  Memaafkanlah yang akan menyembuhkan luka. Tidak ada hubungannya dengan waktu. Dibutuhkan keputusan sadar untuk memaafkan.  " Forgiveness is a choice", dalam bukunya   Robert D. Enright mengatakan ada 4 tahapan...

Ketika Belanjaan di Tangan Banyak, Lalu Melintas Bapak Tua Yang Mendorong Gerobaknya

Kan udah biasa ya promo buy 2 get 1 free atau buy 1 get 1 free. Aku paling doyan kalau pay 1 get 2 free... Yippie...
Sebenarnya ya buy 2 get 1 free itu sama dengan diskon 30% dan buy 1 get 1 free = diskon 50% dan pay 1 get 2 free itu = diskon 70%. Tapi lebih menjual dan menggugah pendirian kan kalau dengernya beli 1 gratis 2???
Akhirnya aku pun mendatangi baju-baju yang dipasang promo pay 1 get 2 free... Beda dengan biasanya yang diletakkankan di box dengan tumpukan cukup berantakan, jadi agak usaha ya untuk memilih yang oke2. Kali ini semua masih di hanger sehingga memilihnya pun nyaman. Daaaaaan baju pesta anak ini. Walau sebenanrnya tidak butuh 3 ya... Namun boleh lah kupilih-pilih untuk ultah si kakak februari besok dan untuk dateng kondangan jika ada undangan pernikahan atau ketika ada konser piano.
Akhirnya setelah pilah-pilih lumayaaaaan dapat bagus-bagus cukup 200rban saja bisa dapat 3 baju. Senangnya hatiku dan juga anakku yang uda bolak-balik memcoba bajunya di kamar pas sebelum akhirnya kubayar di kasir.
Selain baju pesta untuk si kakak, aku juga membeli kaos-kaos oblong merk lumayan yah tetep dengan promo buy 1 get 3, lumayan jadi menambah kaos kembaran dengan pak suami. Cukup 100rban saja dapat 3. Yipiiieee.
Kakak sudah capek menemaniku berkeliling mall berbelanja baju ini. Asyiknya punya anak cewe uda bisa diajak nemenin ke mall hehehe. Anak cowo sama bapaknya aja di rumah daripada ngomel-ngomel ngeliat kita berbelanja yang menghabiskan cukup banyak waktu.
Kakak itu lebih suka naik bis (kalau aku uang nyetir naik mobil, hihihi), aku pun kalau ke mall juga lebih memilih naik bus atau pesan kendaraan online. Pusing cari parkir plus biaya bayar parkirnya kadang sama dengan ongkos naik bus/kendaraan online wkwkwkwk. Lebih hemat naik kendaraan umum kan?
Akhirnya kami menunggu di halte trans semarang yang letaknya tepat di depan pintu keluar mall ini. Banyak lalu lalang kendaraan di depan halte ini. Aku dengan tentengan di tangan kanan dan tangan kiri duduk melepas lelah di kursi sambil menunggu bus trans lewat.
Lalu lewatlah seorang bapak tua yang dengan segala tenaga tersisanya menarik gerobaknya yang penuh dengan kardus dan botol-botol plastik. Sambil sesekali berhenti mengusap keringat dan peluh yang menetes di dahinya. Berjalan perlahan di sisi kiri sedangkan di sisi kanannya banyak mobil dan motor melewatinya yang dengan tega membunyikan klaksonnya yang memekakkan telinga.
Aku tertegun melihatnya hingga tak sadar  mata ini mengikutnya hingga hilang dari pandangan. Ketika bapak itu sudah hilang dari pandangan, ada rasa sesal menyeruak di dalam dada. Sambil memandangi berbagai tentengan berisi hasil belanjaan dan makanan untuk dimakan di rumah nanti. Untuk apa aku membeli sebanyak ini, hanya karena tergiur diskon, sedangkan masih banyak orang-orang di luar sana yang untuk makan saja susah.
Ketika tersadar aku ingin memberi bapak tersebut bungkusan dari salah satu makanan yang tadi kubeli atau selembar uang, namun bapak tersebut sudah hilang dari pandangan.
Kini aku pun hanya dapat membantu mendoakan bapak tersebut agar dilapangkan rejekinya dan senantiasa diberikan kesehatan. Amin3x YRA.
Jikalau aku membawa mobil sendiri atau memesan mobil online tentulah aku tak akan bertemu bapak tersebut. Terima kasih pertemuan tanpa kata ini telah mengingatkanku untuk menjadi orang yang lebih peka dan lebih baik lagi.
#life

Komentar

Posting Komentar