Perempuan itu ketika bekerja dan sudah berkeluarga, terlebih ketika mempunyai anak, akan selalu ditanya, "Bagaimana bagi waktunya antara keluarga dan pekerjaan?" Laki-laki apakah dihadapkan pada pertanyaan yang sama? Oh, tentu tidak. Padahal laki-laki juga banyak yang berkeluarga dan mempunyai anak. Mengapa mereka tidak ditanyakan pertanyaan yang sama? Tanggung jawab mengurus anak dan keluarga terkesan menjadi tanggung jawab tunggal seorang perempuan. Sedangkan laki-laki cukup sampai urusan nafkah keluarga saja, sisanya menjadi urusan perempuan. Benarkah demikian? Mengapa yang terjadi masyarakat kita adalah pandangan yang seperti ini dan diamini oleh seluruh pihak. Perempuan bicara rasa lelah mengurus anak dan rumah itu, terlebih sambil bekerja dianggap biasa. Sudah seharusnya demikian. Ulala, capeknya. Jeritan hati para perempuan tidak didengar, hanya karena dianggap ya memang sudah seharusnya, perempuan urus anak dan rumah. Capek gak sih jadi "kuat". ...
Bagaimanakah kehebohan semalam? Apakah si adik masih tidak mau pipis? Apakah kakak dan adik masih mengompol???
Bahagia tak terkira pagi ini anak-anak dibangunkan sahur, daaaaaan jreeeeeng popok mereka masih keriiiiing. Yeaaaay senang sekali.
Berkah Ramadhan, bangun pagi-pagi, anak-anak belum ngompol. Tak perlu malam-malam dibangunkan untuk menyuruh mereka pipis demi tidak ngompol.
Semoga ini dapat berlanjut teruuus menerusss sehingga selepas Ramadhan ini anak-anak benar-benar tuntas lepas popok. Amin.
Komentar
Posting Komentar