Itulah pertanyaanku ke narasumber ketika mengikuti Workshop Forgiveness Therapy yang diadakan oleh Dandiah Care, dengan foundernya adalah pasangan suami istri dari Ibu Diah Mahmudah, S.Psi., Psikolog dan Pak Dandi Birdy, S.Psi. Workshop Forgiveness Therapy ini dibawakan oleh 5 orang narasumber, yang tidak hanya menjelaskan konsep dan teori tentang ilmu memaafkan ini namun juga membersamai dengan praktek secara langsung, langkah-langkah kecil yang dilakukan untuk bisa sampai pada keputusan memaafkan. Apakah benar waktu akan menyembuhkan luka? Berapa lama waktu yang dibutuhkan idealnya untuk menyembuhkan suatu luka? Selama ini kalimat " Time will heal." itu seakan jawaban. Namun ternyata kalimat itu belum lengkap, "Time will heal or kill." Memaafkanlah yang akan menyembuhkan luka. Tidak ada hubungannya dengan waktu. Dibutuhkan keputusan sadar untuk memaafkan. " Forgiveness is a choice", dalam bukunya Robert D. Enright mengatakan ada 4 tahapan...
Kusangka keesokan paginya, adik akan mencari-cari mainannya. Namun ternyata adiknya cuek saja. Serasa tidak kehilangan mainan.
Setelah kupelajari, adik itu ingin memainkan mainan yang terlihat di depan matanya. Jika mainan itu tidak terlihat di depan matanya ya, dia tidak mencarinya atau bahkan lupa dengan mainannya.
Berbeda dengan kakaknya yang hafal dengan setiap mainannya. Dia akan menanyakan mainannya ada dimana jika tidak terlihat di tempatnya semula.
Untuk sementara kemandirian untuk membereskan mainan untuk si kakak patut diacungi jempol. Yeay.
Komentar
Posting Komentar