Perempuan itu ketika bekerja dan sudah berkeluarga, terlebih ketika mempunyai anak, akan selalu ditanya, "Bagaimana bagi waktunya antara keluarga dan pekerjaan?" Laki-laki apakah dihadapkan pada pertanyaan yang sama? Oh, tentu tidak. Padahal laki-laki juga banyak yang berkeluarga dan mempunyai anak. Mengapa mereka tidak ditanyakan pertanyaan yang sama? Tanggung jawab mengurus anak dan keluarga terkesan menjadi tanggung jawab tunggal seorang perempuan. Sedangkan laki-laki cukup sampai urusan nafkah keluarga saja, sisanya menjadi urusan perempuan. Benarkah demikian? Mengapa yang terjadi masyarakat kita adalah pandangan yang seperti ini dan diamini oleh seluruh pihak. Perempuan bicara rasa lelah mengurus anak dan rumah itu, terlebih sambil bekerja dianggap biasa. Sudah seharusnya demikian. Ulala, capeknya. Jeritan hati para perempuan tidak didengar, hanya karena dianggap ya memang sudah seharusnya, perempuan urus anak dan rumah. Capek gak sih jadi "kuat". ...
Entah kata apa yang dapat kuucapkan kepada seluruh anggota Squad Blogger ODOP. Naik turun semangat selama mengikuti kelas ini selalu dapat terpacu dengan adanya teman-teman semua. Tugas yang nampak mudah namun sulit untuk dikerjakan. Pentingnya prioritas serta menjunjung tinggi komitmen awal saat ikut ambil bagian menjadi Squad Blogger ODOP selalu kuingat. Semangat teman-teman member Squad Blogger ODOP benar-benar menular. Aku awalnya sempat kurang semangat karena merasa tertinggal dengan tingkat literasi digitalku di dunia blog masih jauhlah jika dibandingkan para blogger senior di Squad Blogger ODOP. Namun ternyata para member Squad Blogger ODOP ini benar-benar baik hati, tidak sombong dan suka menolong serta sabar. Aku pun menjadi terpacu dan tidak malu bertanya apa pun di kelas ini, termasuk untuk pertanyaan yang sangat mudah sekalipun. Aku hanya dapat mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas segala sharing ilmu , atas segala jawaba...