Perempuan itu ketika bekerja dan sudah berkeluarga, terlebih ketika mempunyai anak, akan selalu ditanya, "Bagaimana bagi waktunya antara keluarga dan pekerjaan?" Laki-laki apakah dihadapkan pada pertanyaan yang sama? Oh, tentu tidak. Padahal laki-laki juga banyak yang berkeluarga dan mempunyai anak. Mengapa mereka tidak ditanyakan pertanyaan yang sama? Tanggung jawab mengurus anak dan keluarga terkesan menjadi tanggung jawab tunggal seorang perempuan. Sedangkan laki-laki cukup sampai urusan nafkah keluarga saja, sisanya menjadi urusan perempuan. Benarkah demikian? Mengapa yang terjadi masyarakat kita adalah pandangan yang seperti ini dan diamini oleh seluruh pihak. Perempuan bicara rasa lelah mengurus anak dan rumah itu, terlebih sambil bekerja dianggap biasa. Sudah seharusnya demikian. Ulala, capeknya. Jeritan hati para perempuan tidak didengar, hanya karena dianggap ya memang sudah seharusnya, perempuan urus anak dan rumah. Capek gak sih jadi "kuat". ...
My children loved to play with sand especially if we go to the beach. By playing with sand we can stimulate logical math and introducing them the concept of full and empty.
Just by filling the little basket with sand until the top, we let them know it is full. Then when we dropped all of the sand from the little basket, we let them know it is empty.
Then we can change the sand with water. The concept is the same. Finally the children know the concep of full and empty by playing with fun.
Komentar
Posting Komentar