Itulah pertanyaanku ke narasumber ketika mengikuti Workshop Forgiveness Therapy yang diadakan oleh Dandiah Care, dengan foundernya adalah pasangan suami istri dari Ibu Diah Mahmudah, S.Psi., Psikolog dan Pak Dandi Birdy, S.Psi. Workshop Forgiveness Therapy ini dibawakan oleh 5 orang narasumber, yang tidak hanya menjelaskan konsep dan teori tentang ilmu memaafkan ini namun juga membersamai dengan praktek secara langsung, langkah-langkah kecil yang dilakukan untuk bisa sampai pada keputusan memaafkan. Apakah benar waktu akan menyembuhkan luka? Berapa lama waktu yang dibutuhkan idealnya untuk menyembuhkan suatu luka? Selama ini kalimat " Time will heal." itu seakan jawaban. Namun ternyata kalimat itu belum lengkap, "Time will heal or kill." Memaafkanlah yang akan menyembuhkan luka. Tidak ada hubungannya dengan waktu. Dibutuhkan keputusan sadar untuk memaafkan. " Forgiveness is a choice", dalam bukunya Robert D. Enright mengatakan ada 4 tahapan...
Hari ini ada kelas merajut yang diselenggarakan sama teman-teman Institut Ibu Profesional Semarang. Bersamaan dengan waktu car free day di Simpang Lima, kami para member komunitas #IbuProfesionalSemarang, sharing knowledge tentang merajut sebuah bros bunga di Taman Indonesia Kaya.
![]() |
| Merajut bersama Ibu Profesional Semarang 24 Februari 2019 di Taman Indonesia Kaya |
Jumlah kami tidak banyak hanya belasan orang. Jika kebanyakan orang sedang berolah raga. Kami merajut dengan tenang di undak-undakan seberang Pintu Masuk SMA 1 Semarang.
Diawali dengan pembagian benang dan jarum. Aku memilih warna hijau toska, warna dedaunan muda yang segar. Serta panduan merajut pun dibagikan. Ada 21 langkah ya untuk membuat sebuah bros bunga kecil. Wow.
Dimulai dengan membuat rantai, lalu double cross (DC), single cross (SC). Tanganku yang tidak biasa memegang jarum rajut ini, kesulitan ternyata untuk memasukkan, mengeluarkan, menarik benang membentuk rantai, DC dan SC. Bahkan memahami konsep DC dan SC pun aku butuh waktu berulang-ulang untuk mensikronkan antara pemahamanku dan tanganku. Benar-benar tantangan untuk aku.
Satu demi satu teman-teman selesai. Aku? Jangan ditanya, 3 jam berselang dan belum selesai. Hahaha. Tangan kebiasaan dipakai untuk mengetik dan pencet hp ini, susah diajak kompromi memegang jarum rajut, menarik benang kesana kemari.
Namun pengalaman merajut, membuat bros manis ini, banyak pelajaran yabg dapat dipetik, diantaranya :
Namun pengalaman merajut, membuat bros manis ini, banyak pelajaran yabg dapat dipetik, diantaranya :
- Merajut membutuhkan kesabaran. Dimulai dari membuat 50-100 rantai lalu belasan DC dan SC.
- Merajut membutuhkan ketelitian, karena salah satu saja, misal saat membuat DC, diulang lagi ditarik benangnya kembali ke posisi salah... Tidaaaaak...
- Ketrampilan tangan sangat dibutuhkan disini, meliuk-liuk memainkan jarum, menarik benang, memasukkan benang dengan jarum, tanpa bantuan jemari. Yang biasanya megang laptop atau mencet hp kayaknya akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menguasai hal ini.
- Keteguhan hati dan keinginan kuat untuk dapat menyelesaikan adalah yang tak kalah penting juga harus dimiliki.
- Pastika ada waktu luang dan bebas gangguan ketika menyelesaikan rajuta


😊 mba tya keren euy..
BalasHapusTetep semangat rajut ya..😊
Siaaaaaap. Next pengen yang gambar burung hantuuuu
HapusMangat kakaaaakk. Nanti belajar lagiii
BalasHapusKeren..😍
BalasHapusSayang gag bisa ikutan kemarin..😢
Klo dah jago, ajarin aq mba..😉