Itulah pertanyaanku ke narasumber ketika mengikuti Workshop Forgiveness Therapy yang diadakan oleh Dandiah Care, dengan foundernya adalah pasangan suami istri dari Ibu Diah Mahmudah, S.Psi., Psikolog dan Pak Dandi Birdy, S.Psi. Workshop Forgiveness Therapy ini dibawakan oleh 5 orang narasumber, yang tidak hanya menjelaskan konsep dan teori tentang ilmu memaafkan ini namun juga membersamai dengan praktek secara langsung, langkah-langkah kecil yang dilakukan untuk bisa sampai pada keputusan memaafkan. Apakah benar waktu akan menyembuhkan luka? Berapa lama waktu yang dibutuhkan idealnya untuk menyembuhkan suatu luka? Selama ini kalimat " Time will heal." itu seakan jawaban. Namun ternyata kalimat itu belum lengkap, "Time will heal or kill." Memaafkanlah yang akan menyembuhkan luka. Tidak ada hubungannya dengan waktu. Dibutuhkan keputusan sadar untuk memaafkan. " Forgiveness is a choice", dalam bukunya Robert D. Enright mengatakan ada 4 tahapan...
Kasus 16 mahasiswa FHUI adalah cermin budaya lama yang masih menghantui perempuan di dunia kerja. Ini adalah refleksi pribadi tentang luka yang dianggap lelucon. Membaca kabar mengenai kasus viral di Fakultas Hukum Universitas Indonesia belakangan ini—tentang 16 mahasiswa dan grup percakapan yang merendahkan martabat dosen serta mahasiswi lainnya—membawa saya kembali ke sebuah memori yang sudah cukup lama saya simpan rapat. Sebuah Cerita dari Meja Kerja Pertama Tahun pertama saya bekerja, saya adalah satu-satunya perempuan di sebuah tim yang cukup solid. Pada awalnya, semuanya terasa menyenangkan. Namun perlahan, saya mulai menyadari ada batas-batas yang samar-samar dilanggar. Ada lelucon-lelucon yang membuat saya harus menarik napas panjang, atau komentar tentang fisik yang disampaikan seolah-olah itu adalah pujian yang wajar. Saat itu, saya memilih untuk diam. Bukan karena saya setuju, tapi karena saya tidak ingin dianggap sebagai "perempuan yang kaku" atau ...