Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label My Life Story

Perempuan Masa Kini, antara Harapan dan Kenyataan.

Perempuan itu ketika bekerja dan sudah berkeluarga, terlebih ketika mempunyai anak, akan selalu ditanya, "Bagaimana bagi waktunya antara keluarga dan pekerjaan?" Laki-laki apakah dihadapkan pada pertanyaan yang sama? Oh, tentu tidak. Padahal laki-laki juga banyak yang berkeluarga dan mempunyai anak. Mengapa mereka tidak ditanyakan pertanyaan yang sama? Tanggung jawab mengurus anak dan keluarga terkesan menjadi tanggung jawab tunggal seorang perempuan. Sedangkan laki-laki cukup sampai urusan nafkah keluarga saja, sisanya menjadi urusan perempuan. Benarkah demikian? Mengapa yang terjadi masyarakat kita adalah pandangan yang seperti ini dan diamini oleh seluruh pihak. Perempuan bicara rasa lelah mengurus anak dan rumah itu, terlebih sambil bekerja dianggap biasa. Sudah seharusnya demikian. Ulala, capeknya. Jeritan hati para perempuan tidak didengar, hanya karena dianggap ya memang sudah seharusnya, perempuan urus anak dan rumah.  Capek gak sih jadi "kuat". ...

Unforgetable Moment when Delivering My Baby into The World

It was a very unforgetable moment of my life when delivering my baby into the world. I've never expected that it would feel this way. Having my baby in my tummy for 9 months then holding my baby in my arm, were totally a different experience.  During the pregnancy, I felt something growing in my tummy. It was not something, it was a living thing. It was a baby. A baby from the size of peanut then grew bigger until 50cm and 3kg. From the time the mommy didn't realize that the baby was there until the baby got bigger and always kick the tummy's mommy from the inside. And then, the time for the baby to see the world finally came.  There was so many myth during pregnancy ( mitos tentang ibu hamil ), but I don't care at all. I just paid attention to my health (physically and mentally). Also the food had been eaten by me during my pregnancy. I didn't eat sushi at all, eventhough I like to eat sushi very much.  My first pregnancy became a moment that me and my husband had ...

Wisuda Akbar, Matrikulasi Batch 6 Jateng 1 Institut Ibu Profesional

Tak terasa hampir 6 bulan kebersamaan bersama dalam program matrikulasi ibu profesional. 3 bulan intensif belajar bersama via google class lalu kami mempersiapkan acara wisuda akbar wilayah jateng 1 yang meliputi Salatiga, Semarang, Jepara dan Pati yang Alhamdulillah dapat terselenggara dengan sangat baik pada hari Minggu lalu.  Pada acara wisuda yang mengambil tema Ibu pembelajar, anak terpelajar ini berkesempatan hadir narasumber yang keren abis dimoderatori oleh moderator yang juga oke banget. Narasumber pertama adalah Ibu Ellen Kristi, seorang penggiat homescholler dengan metode Charlotte Mason yang sebelumnya telah berkarya menjadi abdi negara (PNS) selama 10 tahun. Ibu keren ini juga telah menuliskan sebuah buku berjudul "Cinta Yang Berpikir". Pada kesempatan kali ini Ibu Ellen berbagi ilmunya tentang ilmu apa saja yang harus dipersiapkan dan dipelajari ketika menjadi seorang ibu.  Ilmu-ilmu tersebut dimulai dari memahami bahwa seorang anak adalah seo...

Pekerjaan Pertamaku, Pekerjaan Impianku?

Salah satu fase kehidupan yang biasanya dialami oleh orang banyak adalah selesainya tahapan belajar di bangku formal. Bisa itu wisuda setelah kuliah atau tamat SMU. Setelah fase ini, diharapkan para lulusan ini dapat bekerja dan hidup mandiri. Tidak lagi bergantung kepada orang tua atau keluarga. Bahkan mungkin mulai mempersiapkan diri untuk memulai keluarga kecilnya sendiri. Bagaimana kita bisa mendapatkan pekerjaan idaman kita? Apa saja yang harus dipersiapkan? Teman-teman para lulusan baru yang sedang bersiap mencari pekerjaan pertamanya baiknya membaca tips berikut ini: 1. Pekerjaan pertama jangan asal, nanti menyesal. Jika memang ingin menyalurkan ilmu yang sudah dipelajari di bangku sekolahan, maka lamarlah pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan. Namun jika itu bukan masalah, melamar pekerjaan yang tidak sesuai juga tidak apa-apa seperti misalnya management trainee, karena biasanya akan ditraining dengan intensif terlebih dahulu. 2. Lamarlah pekerjaan di perusa...

#KAI Perjalanan Ke Bandung demi Survey Tempat Kuliah Idaman

Aku saat itu duduk di bangku kelas 3 SMU. Berdebar-debar rasanya membayangkan bahwa sebentar lagi akan berkuliah. Aku bersama teman-temanku, para perempuan tangguh mempunyai mimpi yang sama ingin dapat berkuliah di universitas negeri ternama. Salah satunya tentu, kampus di bandung yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Pajajaran (Unpad). Kami pun berenam sepakat untuk survey kampus di bandung tersebut. Walaupun belum tentu kami akan memilih kampus tersebut nantinya, karena masih ada beberapa universitas negeri lainnya yang juga kami incar. Salah seorang nenek dari teman kami ada yang mempunyai kos-kosan di daerah kampus tersebut. Kami pun berencana untuk menginap disana, karena sedang ada kamar kosong. Perjalanan pun kami sepakati untuk menggunakan Argo Parahyangan. Saat itu belum ada tiket online seperti sekarang ini. Sehingga kami pun mengantri di stasiun untuk membeli tiket. Di depan kami terdapat beberapa anak laki-laki yang sepertinya juga seumuran dengan kami. K...

#KAI Perjalanan Pertamaku ke Rumah Eyang Tanpa Ditemani Orang Tuaku

Pengalamanku bepergian tidak bersama orang tua ke rumah eyang di Solo, sangat berkesan. Kala itu, aku masih berumur 10 tahunan. Aku pergi bersama ke-empat saudara sepupuku yang juga seumuran ditemani oleh om dan tante yang merupakan orang tua dari kedua kakak beradik sepupuku. Kami berangkat bersama menggunakan kereta eksekutif Argo Lawu. Waktu itu kami berangkat pagi hari. Perjalanan kurang lebih memakan waktu 8 jam. Aku yang baru pertama kali naik kereta api tanpa orang tuaku, sama sekali tidak merasa cemas. Namun rasa senang sangat meluap-luap karena liburan ini akan aku habiskan bersama sepupu-sepupuku di rumah eyang. Orang tuaku melepas aku di stasiun hingga kereta berangkat meninggalkan peron berangkat menuju solo. Sejenak setelah kereta bergerak, aku yang memang aktif sejak kecil, sudah tidak sabar ingin menjelajahi kereta api ini. Akhirnya kami pun ijin ke om dan tante lalu berkelanalah kami menyusuri gerbong demi gerbong. Ternyata setiap gerbong sama isinya. Namun ada 1 ger...

Generasi Old Baby Boomers yang Berusaha Mengikuti Perkembangan Zaman

Aku mempunyai anak balita dan orang tua yang sudah masuk lansia. Jika aku bandingkan, lebih mudah anak balita untuk mengoperasikan smartphone daripada lansia. Aku butuh beberapa kali dengan sabar untuk mengajari kedua orang tuaku menggunakan handphone. Ketika ayahku masih ada, mengajari beliau menggunakan handphone merupakan suatu tantangan yang luar biasa. Padahal ayahku adalah seorang pembelajar sejati. Beliau banyak membeli buku bagaimana cara belajar internet. Beliau pun mulai belajar word dan mengetik. Namun belajar internet tidak semudah belajar word dan mengetik ternyata baginya. Terlalu banyak icon yang dapat diklik membuat bingung dan takut salah. Sehingga hingga akhirn hayatnya beliau pun tidak bisa menggunakan smartphone hanya dapat telepon saja menggunakan handphone biasa, itu pun yang tombol angkanya harus besar-besar. Sms pun sangat terbatas. Berbeda dengan ibuku. Ibuku yang usianya terpaut cukup jauh dari ayahku. Walau bukan tipe pembelajar namun agak lebih mudah diaja...

MERAIH MIMPI

Mimpi demi mimpi berguguran Mimpi menjadi seorang dokter gugur Mimpi berkarir blazer pun gugur Namun, masih ada mimpi yang ingin kuraih Tak pernahku sekalipun... Kubermimpi menjadi ibu rumah tangga Namun saat ini, itulah aku... Karena aku kembali berbadan dua Kuharap mimpiku ini tidak kembali gugur Mimpi meraih dan mengenyam pendidikan di negeri orang Walau saat ini aku hanya di rumah Menjadi seorang ibu rumah tangga #ODOP #onedayonepost #51post #fiksi

Seorang Ayah di Mata Putrinya

Desember 1941, telah lahir seorang laki-laki kuat, anak kedua dari Bapak Poespowikoro di kota Solo. Beliau bernama Sriyono Poespowikoro. Besar di kota solo, menempuh pendidikan bruderan hingga melanjutkan pendidikan ke kota gudeg meraih titel Insinyur Sipil. Beliau mempunyai seorang kakak perempuan, cukup banyak adik-adik dan juga beberapa adik tiri. Menjadi anak lelaki pertama di keluarga, membuatnya serta merta turut membantu keuangan keluarga menyekolahkan adik-adiknya hingga ke jenjang pendidikan tinggi. Selepas lulus dari Universitas Gajah Mada, beliau masuk bergabung menjadi abdi negara di kementrian pekerjaan umum dan ditempatkan di proyek pembangunan waduk karang kates di kabupaten malang. Disanalah beliau menemukan jodohnya, wanita yang sangat cantik, kembang desa yang masih berkuliah di Universitas Brawijaya. Walau terpaut usia yang cukup jauh, dan masih berstatus mahasiswa jika jodoh maka pernikahan pun terlaksana dengan khidmatnya. Putra priyayi solo meminang kembang desa...

Housewife vs Scholarship

When your age had already slipped from 30th... and welcoming 40th... That's kind of pity because, you can't be seen as youth again but not seen mature enough also. Mature defined by society as more than 40 years old. So in between 30-40 years old,you will be consider as a young adult. So many activities or job requirement or scholarship, define maximum age by 30 or mininum age by 40. It will leaves us with age in between 30-40, limited opportunity. We are not considered youth again but also not  mature adult. Hmm, I'm still keep wondering why youth is defined by aged started 17-30 years old. It is also applied for college student (especially for submitting scholarship for master degree). And below 40 for applying scholarship PhD level. Why age is a criteria for someone to apply postgraduate, especially scholarship. Just because of the person will be old enough when graduated... So the time for the person to reinvest or distribute their knowledge to society is limited? ...

Kesetiaan Vs Diskonan

Beberapa 2 hari terakhir ini, kendaraan tidak dapat digunakan karena full dipakai bapaknya untuk ke kantor dari pagi-pagi buta hingga malam hari. Hal ini memyebabkan aku harus sedikit berakrobat untuk tetap dapat mengantarkan anak-anak ke berbagai kegiatannya pada 2 hari ini. Kontur lokasi kompleks rumahnya yang berbukit-bukit mempunyai dampak tersendiri bagi keberanianku untuk mengendarai motor sendiri disini terlebih harus sekalian membonceng kedua anakku. Pilihan akhirnya jatuh kepada menggunakan jasa motor online. Yang lebih cepat dapat dan sampainya ke lokasi walau jadinya ada 4 manusia yang berada di atas motor. Aku, kakak, adik dan sopir motor onlinenya. Untungnya aku naik motor berempat ini hanya seputaran kompleks tidak ke jalan raya walau radiusnya mencapai 2km. Masih tentang diskonan. Sebagai emak-emak yang doyan diskon, berburulah cek notifikasi dan promo di kedua akun motor online yang aku punya. Ternyata di akun motor online yang dimiliki negara tetangga banyak menaw...

15 jam nonstop membersamai anak-anak all by myself

Hari ini tumben sekali, anak-anak jam 19.00 sudah lelap tertidur tanpa rengekan dan lainnya. Kakak setelah mandi, makan malam lalu masuk kamar. Sesampainya di kamar yang memang barusan aku rapikan, si kakak pun bertanya, "Mama menyiapkan rumahku?", dengan suara manisnya. Aku pun menjawab, "Iya sayang." Kakak kembali menjawab, "Makasih mama, aku capek mau langsung tidur." Wow, kakak bobo jam 19.00 tanpa basa-basi, minta dikelonin, atau dipakaikan popok atau minta main dulu dan kebiasaan lainnya. Langsung blek rebahan di kasur yang dia sebut "rumahnya", langsung pulas tertidur. Adiknya masih ON menonton Tayo di TV. Tak lama setelah makan buah (makan malamnya buah, disiapin nasi gak mau dimakan, hiks). Dan merasa tidak ada teman bermain dan Tayo pun sudah tak menarik di matanya lagi saat itu. Akhirnya jam 19.30 menyusul kakaknya pulas tertidur di sampingnya. Ah indahnya malam ini. Jam segini aku jadi mempunyai waktu untuk menulis dan membayar hu...

Keluargaku di Perantauan

First time, camping near the river and just across the beach of Samudera Hindia. Tak terasa sudah memasuki tahun kedua aku tinggal di Semarang. Hal yang pertama aku lakukan ketika pindah kesini adalah mencari komunitas. Komunitas yang sesuai dengan aku, suami dan kedua anak-anakku. Maklum kami perantauan di kota ini, tidak ada sanak saudara tinggal disini. Akhirnya aku menemukan komunitas 3C JJS yang saat ini sudah seperti keluarga kedua kami. Kami dipersatukan disini dengan kesamaan mempunyai kendaraan yang sama. Aku baru tau ternyata persaudaraan di club mobil itu bisa sekuat dan senyaman ini. Para istri dengan julukan 01 pun mempunyai grup tersendiri terpisah dari para bapak-bapaknya. Pembicaraan kami pun tak selalu tentang mobil namun dapat melebar ke berbagai topik khususnya tentang jalan-jalan bersama (touring) yang merupakan agenda rutin dalam setiap tahunnya. Oh iya para istri pun juga arisan walaupun setiap arisan bulannya hanya via WA grup saja. Touring kali ini khusus be...

Bertemu Kawan Lama (My Roomate)

Dunia ini memang sempit. Seminggu yang lalu aku mudik kembali ke Jakarta. Lalu disempatkanlah kami sekeluarga untuk pulang ke rumah mertua. Pada saat ke rumah mertua tersebut, ternyata kawan lamaku yang juga teman satu kamarku selama beberapa tahun ngekost saat kuliah dulu, juga sedang berkunjung ke rumah mertuanya yang satu komplek dengan mertuaku. Sempit sekali ya, ternyata suamiku dan suaminya dulu juga teman satu sekolah dan teman bermain bersama. Bahkan sepertinya mertuakupun juga mengenal mertuanya. Hahahaha.... Aku pernah membaca sebuah penelitian, bahwa sebenarnya seluruh manusia di muka bumi ini terhubung dalam 6 tingkatan/level. Maksudnya seperti ini, sebagai contoh : aku mempunyai teman si A, si A mempunyai adik si B, si B bersuamikan si C, si C mempunyai atasan si D, dan si D mempunyai anak si E, si E mempunyai teman si F. Ternyata si F adalah teman anakku di sekolah. Jadi dunia ini memang sungguh sempit, dan semua terhubung. Jangan-jangan kalau di sosial media dibuat ...